Tanda Daftar Usaha Pariwisata

DASAR HUKUM

1. Undang-undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan

2. Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan

PERSYARATAN PERMOHONAN PENDAFTARAN USAHA PARIWISATA

 Permohonan pendaftaran usaha pariwisata diajukan secara tertulis oleh pengusaha kepada Walikota Cq. Kepala Kantor PM dan PTSP Kota Metro.

  1. Pengajuan permohonan pendaftaran usaha pariwisata disertai dengan dokumen :
    • Fotokopi akta pendirian badan usaha yang mencantumkan usaha pariwisata sebagai maksud dan tujuannya, beserta perubahannya apabila ada untuk pengusaha yang berbentuk badan hukum, atau fotokopi kartu tanda penduduk untuk pengusaha perseorangan.
    • Fotokopi bukti hak pengelolaan dari pemilik usaha pariwisata.
    • Fotokopi izin teknis dan dokumen lingkungan hidup sebagai lampiran permohonan harus telah dilegalisir/disahkan oleh instansi teknis yang berwenang yaitu :
      • Izin mendirikan bangunan ( IMB )
      • Izin Gangguan ( HO )
      • Surat Izin Tempat Usaha ( SITU )
      • Amdal/UKL/UPL atau SPPL.
    • Surat pernyataan keabsahan dan kebenaran dokumen

 

PERSYARATAN PERMOHONAN PEMUTAKHIRAN DAFTAR USAHA PARIWISATA

  1. Pengusaha wajib mengajukan secara tertulis kepada Walikota Cq. Kepala Kantor PM dan PTSP Kota Metro, permohonan pemutakhiran
  2. Daftar Usaha Pariwisata apabila terdapat status perubahan kondisi terhadap hal yang tercantum di dalam Daftar Usaha Pariwisata paling lambat 30 (tiga puluh) hari kerja setelah status perubahan terjadi
  3. Pengajuan permohonan pemutakhiran Daftar Usaha Pariwisata disertai dokumen penunjang yang terkait dengan memperlihatkan dokumen aslinya.
  4. Surat pernyataan keabsahan dan kebenaran dokumen pemutakhiran .
  5. Dinas yang ditunjuk memberikan Tanda Bukti Penerimaan Permohonan

 PEMBEKUAN SEMENTARA

  1. Pembekuan sementara Tanda Daftar Usaha Pariwisata apabila pengusaha :
    1. Terkena sanksi pembekuan sementara karena melanggar / tidak memenuhi ketentuan peraturan perundangan yang berlaku .
    2. Tidak menyelenggarakan kegiatan usaha secara terus – menerus untuk jangka waktu 6 (enam) bulan atau lebih.
  2. Tanda Daftar Usaha Pariwisata tidak berlaku untuk sementara apabila pendaftaran usaha pariwisata dibekukan sementara.
  3. Pengusaha wajib menyerahkan Tanda Daftar Usaha Pariwisata kepada Dinas yang ditunjuk paling lambat 14 (empat belas) hari kerja setelah pembekuan sementara.

 PENGAKTIFAN KEMBALI TANDA DAFTAR USAHA PARIWISATA

Pengusaha dapat mengajukan permohonan pengaktifan kembali Tanda Daftar Usaha Pariwisata apabila telah :

  • Terbebas dari pembekuan sementara kegiatan usaha.
  • Pernyataan tertulis dari pengusaha yang menyatakan kesanggupan untuk menyelenggaran kembali kegiatan usahanya .
  • Surat pernyataan tertulis dari pengusaha yang menerangkan tentang keabsahan dan kebenaran dokumen pengaktifan kembali.

 PEMBATALAN TANDA DAFTAR USAHA PARIWISATA

Pembatalan tanda daftar usaha pariwisata dilakukan apabila pengusaha :

  • Terkena sanksi penghentian tetap kegiatan usaha
  • Tidak menyelenggarakan kegiatan usaha secara terus menerusuntuk waktu 1 (satu) tahun atau lebih.
  • Membubarkan usaha.

BIDANG USAHA PARIWISATA

1. Bidang usaha daya tarik wisata meliputi jenis usaha :

1) Daya tarik wisata alam

2) Daya tarik wisata budaya

3) Daya tarik wisata buatan manusia

2. Bidang usaha kawasan pariwisata

3. Bidang usaha jasa transportasi wisata meliputi jenis usaha :

1) Angkutan jalan wisata

4. Bidang usaha jasa perjalanan wisata meliputi jenis usaha :

1) Biro perjalanan wisata

2) Agen perjalanan wisata

5. Bidang usaha jasa makanan dan minuman meliputi jenis usaha :

1) Restoran / rumah makan

2) Rumah minuman

3) Kafe

4) Pusat penjualan makanan

5) Jasa boga

6. Bidang usaha penyediaan akomodasi meliputi jenis usaha :

1) Hotel

2) Bumi perkemahan

3) Pondok wisata

7. Bidang usaha penyelenggaraan kegiatan hiburan dan rekreasi meliputi jenis usaha :

1) Gelanggang olahraga meliputi sub jenis usaha :

1. Rumah bilyar

2. Kolam renang

3. Lapangan tenis

4. Pusat kebugaran

5. Gelanggang bowling

6. Lapangan futsal

7. Lapangan bulutangkis

8. Sasana tinju

9. Lapangan sepakbola

10. Arena tenis meja

2) Gelanggang seni meliputi sub jenis usaha :

1. Gelanggang seni

2. Galeri seni

3. Gedung pertunjukan seni

3) Arena permainan meliputi sub jenis usaha :

1. Arena permainan anak dalam ruangan

2. Arena permainan anak dalam arena terbuka

4) Panti pijat meliputi sub jenis usaha :

1. Panti pijat

2. Refleksi

5) Taman rekreasi meliputi sub jenis usaha :

1. Taman rekreasi

2. Taman bertema

6) Karaoke dan Studio musik

7) Jasa Impresariat / Promotor.

8. Bidang usaha penyelenggaraan pertemuan, perjalanan insentif,konferensi dan pameran.

9. Bidang usaha jasa informasi pariwisata

10. Bidang usaha jasa konsiltan pariwisata

11. Bidang usaha jasa pramusaji

12. Bidang usaha wisata tirta meliputi jenis usaha :

1) Wisata perairan meliputi sub Jenis usaha :

1. Wisata memancing.

13. Bidang usaha solus per aqua (SPA) meliputi jenis usaha :

1) Salon kecantikan

2) Solus per aqua


TARIF RETRIBUSI

"GRATIS"