07 June 2022

Destinasi Wisata Caping Urang, selama ini selalu menjadi satu pertanyaan banyak orang, apa yang bisa didatangi saat berwisata ke Kota Metro. Kondisi yang kerap terjadi, kota tersebut hanya sebatas tempat transit saat masyarakat ingin bertandang ke Lampung Timur terutama Way Kambas ataupun sekadar wisata kuliner. Ternyata, Metro memiliki tempat alami nan indah yang bisa menjadi destinasi wisata kala berkunjung ke sini. Satu contohnya, Capit Urang yang berada di daerah 28, Purwoasri, Metro Utara, Kota Metro.  (Prasetyo, Tribun lampung.co.id). 


Tersedia pondok-pondok nan rindang di tepi danau (Dam Raman). Selain itu juga tersedia dermaga dengan perahu serta aneka permainan air seperti motor air, bebek-bebekan yang dapat di sewa pengunjung yang datang ke objek wisata ini. Tersedia juga arena outbound, camping area dan spot pemancingan. Bagi pengunjung yang tidak membawa makanan, di lokasi tersedia warung-warung yang menyediakan aneka makanan ringan hingga berat.

Untuk fasilitas, tersedia toilet, tempat bilas serta muholla, sehingga pengunjung bisa berwisata secara nyaman. Untuk tarif sekali masuk, bagi kendaraan roda dua dikenai tiket masuk Rp. 5.000,-, sedangkan untuk kendaraan roda empat dikenai sebesar Rp. 10.000,-. 


Akses menuju objek wisata Capit Urang sangat mudah dijangkau. Arahkan perjalanan menuju Dam Raman, sebab lokasi objek wisata ini berada di satu jalur menuju Dam Raman.

Strategi Kebijakan Investasi Caping Urang

Salah satu upaya untuk mengembangkan potensi destinasi wisata Caping Urang adalah dengan menitik beratkan pada 4 strategi, diantaranya yaitu : pembangunan prasarana umum, fasilitas umum dan fasilitas pariwisata, pembangunan  aksesibilitas dan transportasi, dan pemberdayaan masyarakat melalui kepariwisataan. Keempat bidang inilah yang perlu menjadi strategi kebijakan Pemerintah Kota Metro, meningat sumber daya yang terbatas yang dimiliki oleh daerah. Karena itu, prioritas menjadi sangatlah penting bagi tercapainya kebijakan pengembangan kawasan wisata.

a. Pembangunan Daya Tarik Wisata

Daya tarik wisata adalah segala sesuatu yang memiliki keunikan, keindahan dan nilai yang berupa keanekaragaman kekayaan alam, budaya dan hasil buatan manusia yang menjadi sasaran atau tujuan kunjungan wisatawan. Kebijakan pemerintah daerah Kota Metro dalam hal ini yaitu dengan langkah menyusun  Detail Enginering Design ( DED ) yang berisi konsep pembangunan wisata perpaduan antara potensi, daya tarik dan keinginan masyarkat. Beberapa upaya yang perlu dilakukan oleh pemerintah Kota Metro guna membangun daya tarik destinasi wisata Caping Urang yaitu dengan melakukan promosi melalui berbagai sarana dan media (termasuk media sosial). Diantaranya yaitu leafllet, buku-buku pariwisata, menerima kunjungan dan study banding dari daerah lain, dan juga promosi melalui media elektronik stasiun televisi.


b. Pembangunan Prasarana dan Fasilitas Umum 

Prasarana umum, fasilitas umum, dan fasilitas pariwisata yang selanjutnya disebut fasilitas kepariwisataan adalah kelengkapan dasar fisik suatu lingkungan yang pengadaannya memungkinkan suatu lingkungan dapat beroperasi dan berfungsi sebagaimana mestinya, saarana pelayanan dasar fisik suatu lingkungan yang diperuntukkan bagi masyarakat umum dalam melakukan aktititas kehidupan keseharian dan semua jenis sarana yang secara khusus ditujukan untuk mendukung pencipataan kemudahan, kenyamanan, keselamatan wisatawan dalam kunjungan ke destinasi pariwisata.

Kebijakan Pembangunan sarana prasarana dan fasilitas pendukung sangat berpengaruh dan mempunyai fungsi yang sangat penting bagi bertambahnya daya tarik objek wisata. Dengan adanya fasilitas pendukung maka besaran retribusi yang ditetapkan oleh pihak pengelola menjadi harga yang pantas bagi wisatawan untuk menikmatinya. Dalam hal ini, pemerintah daerah telah melakukan beberapa pembangunan dan pemberian stimulan kepada pemerintah desa atau kelompok masyarakat untuk pengembangan lebih lanjut. Diantaranya yang dapat dilihat dan dirasakan yaitu adanya beberapa fasilitas rambu penunjuk arah, gapura di pintu masuk kawasan wisata, dan beberapa fasilitas pendukung di Caping Urang seperti gazebo, dan lain-lain.


c. Pembangunan Aksesibilitas 

Aksesibilitas pariwisata adalah  semua jenis sarana dan prasarana transportasi yang mendukung pergerakan wisatawan dari wilayah asal wisatawan ke destinasi pariwisata maupun pergerakan di dalam wilayah destinasi pariwisata dalam kaitan dengan motivasi kunjungan wisata. Akses merupakan bagian terpenting dalam sebuah industri pariwisata.

Untuk menjadikan suatu kawasan wisata ramai dikunjungi, faktor akses atau jalan sangatlah menjadi penentu bagi minat kunjungan wisatawan. 

d. Pemberdayaan Masyarakat

 Pemberdayaan masyarakat adalah untuk meningkatkan kesadaran, kapasitas, akses dan peran masyarakat, baik secara individu maupun kelompok, dalam memajukan kualitas hidup, kemandirian, dan kesejahteraan melalui kegiatan kepariwisataan. Kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah daerah terkait pemberdayaan masyarakat di kawasan wisata Caping Urang yaitu dengan melaksanakan pertemuan dengan Pokdarwis dan masyarakat dengan agenda yakni sosialisai, pelatihan dan bimbingan serta pendampingan. 

Peluang masuknya investasi ke Kota Metro dapat dioptimalisasi asalkan terdapat potensi khas yang diunggulkan, dan menindaklanjutinya secara menyeluruh. Berdasarkan hasil wawancara dan pengamatan yang dilakukan oleh tim, maka peluang bagi masuknya investasi dapat dilakukan melalui investasi Pemerintah Kota Metro melalui dana APBD untuk pembangunan infrastruktur dan penyediaan fasilitas umum dan investasi yang diharapkan dari pihak swasta / masyarakat.  

Tersedia pondok-pondok nan rindang di tepi danau (Dam Raman). Selain itu juga tersedia dermaga dengan perahu serta aneka permainan air seperti motor air, bebek-bebekan yang dapat di sewa pengunjung yang datang ke objek wisata ini. Tersedia juga arena outbound, camping area dan spot pemancingan. Bagi pengunjung yang tidak membawa makanan, di lokasi tersedia warung-warung yang menyediakan aneka makanan ringan hingga berat.